for me
whether you
think you can
or
think you can’t
YOU’RE RIGHT
(henry ford)
last thing last
you ignore me
reject me
you go
dissapear
you didn’t say-hi me
never how-are-you me
you play with heart-thing
you broke it, you glue it
you did what you want
threw me
pulled me
nevermind
but i’m done
and don’t want a re-play
mencari jingga
Sore hari masih dengan jingga
Lalu tenggelam
Ada yang menunggu yang mau menunggu
Bergandengan menuju tempat terasing dari bambu.
Jingga yang makin memaksa menerobos kisi-kisi jendela sebelah kubikel..
Sejauh pandangan pada jingga
Dan jingga kian berganti
Dengan biru menuju gelap, transformasi kerlip lampu samar menjadi lebih terang
Putih-merah-kuning-oranye
Sesak,menyedak,meledak
Rindu mendesak dibawah langit gelap
Berharapa disapa
Berharap ditanya
Kenapa jingga melenyap?
pause and break
“Nobody’s perfect”
Kata-kata yang mengingatkan kalau kita hanya seorang manusia.
Kritikan harusnya membuat kita lebih baik, bukan membuat kita menjadi sempurna.
Ketidaksetujuan orang lain atas apa-apa yang ada di diri kita. Bisa jadi membuat kita berubah bisa jadi malah membuat kita tidak percaya diri lagi.
Dan ternyata yang kemarin itu membuat saya melakukan hal terbesar dengan mundur.
Saya cuma terantuk dengan pembuktian, sendiri lagi..
memilah milah mana prosesi yang harus dijalani dan mana yang tidak usah. Huks.. Waktu itu saya memang masih kuat (dan seharusnya saya bisa lebih kuat kali ini).
Saya tidak sebiasa keliatannya
Saya tidak juga sekuat keliatannya
Saya juga tidak lagi siap kali ini.
Tapi saya tau semua itu yang harus saya jalani, kedepan.. maju selangkah demi selangkah.
Semoga hal dan sifat buruk saya bisa menjadi pengingat bahwa saya tidak bisa selalu sempurna.
Semoga dimengerti
Semoga bisa diterima sebagai satu kesatuan yang membuat saya utuh.
Amin..
I know then, nothing’s could be perfect too
Bandung, about pause and break
apa rasanya
apa rasanya ketika merindu kepada yang tak tampak dimata, tapi seperti timbul tenggelam dalam hati.
“asa lebar ninggalkeun si eta, teuing lantaran geus bogoh, teuing lantaran emang jodoh nya?”**
dengan logat sunda nan kentalnya
biru - putih - jingga
dan benci sekali hijau
benci karena harus berhadapan dengan sesuatu bernama : rahasia masa lalu
kenapa masa lalu masih menjadi rahasia?
apa rahasia bisa expired sehingga akhirnya harus “dibuang”?
apa rasanya ingin bertemu dengan sangat mendesak sampai membuat rungsing sejenak
ini saya dengan sekelumit jalan yang begitu meribetkan
dengan puluhan pertanyaan yang enggan ditulis disini dan tercatat rapi di otak
tapi, apa rasanya menulis dan menulis
mengeluarkan semua kata-kata lewat tulisan
dan ternyata tidak terdeteksi
dan tidak pula dimengerti
mungkin, rasanya sama seperti ingin terjamah oleh langit
*tanya orang sunda dulu gih !
wishlist, wrapped | Comment (0)mereka
Mereka yang berpikiran hebat membicarakan ide-ide
Mereka yang berpikiran sedang membicarakan peristiwa-peristiwa
Mereka yang berpikiran sempit membicarakan orang lain
- Eleanor Roosevelt (1884–1962)
wrapped | Comment (1)dulu
dulu
kita berdua
dulu
kita mengecup satu bintang yang sama
dulu
kita
dulu
tapi itu dulu
jakarta, tentang dulu
wrapped | Comment (1)*travelling without moving

tidak perlu bergerak kesana kemari.
cukup dengan pikiran yang lalu lalang,
membentuk rana
yang tertangkap maya
berharap nyata.
tidak tidur
hanya memejamkan mata
*taken from Jamiroquai’s album
wrapped | Comment (1)Dearest A,
Incomplete
unhappy
disappear
unlove
dislike
disaffection
unacceptable
carelessness
Without you, I have to give the strikethrough action in some words.
like I said before “You’re inspiring me that much!”
wrapped | Comment (1)
