peri


August 26th, 2009

Peri
ada yang mengajak saya berlari kecil
bertelanjang kaki
di rumput Zoysia Matrella.

Peri
ada yang mengajak saya keatas mercu suar
menuju sumber cahaya dipuncaknya.

Peri
lagi-lagi
ada yang mengajak saya membuat istana pasir
dengan bendera putih diatasnya, dan hiasan kerang.

Peri
Ini pantai!

yakinkan saya ini bukan delusi lagi peri..

*berdoa*


March 19th, 2009

Tuhan
Maafkan saya melewatkan shalat subuh tadi pagi, saya memuaskan tidur dan lupa bersyukur atas awal hari yang Engkau berikan.
Tuhan
Maafkan saya selalu menunda 5 waktu itu. (Lagi-lagi) Atas nama pekerjaan saya memberikan alasan.
Tuhan
Maafkan saya. Dikala saya meminta banyak hal, kesehatan, kesabaran, pekerjaan, jodoh dan lainnya. Tapi saya melakukan sedikit sekali sunnahMu.
Tuhan
Saya tau Engkau mendengar
Saya tau apapun yang terbaik adalah segalanya dariMu.
Tuhan
Biarkan hati ini untuk selalu pulang kepadaMu.

pause and break


February 22nd, 2009

“Nobody’s perfect”

 Kata-kata yang mengingatkan kalau kita hanya seorang manusia.
Kritikan harusnya membuat kita lebih baik, bukan membuat kita menjadi sempurna.
Ketidaksetujuan orang lain atas apa-apa yang ada di diri kita. Bisa jadi membuat kita berubah bisa jadi malah membuat kita tidak percaya diri lagi.
Dan ternyata yang kemarin itu membuat saya melakukan hal terbesar dengan mundur.
Saya cuma terantuk dengan pembuktian, sendiri lagi..
memilah milah mana prosesi yang harus dijalani dan mana yang tidak usah. Huks.. Waktu itu saya memang masih kuat (dan seharusnya saya bisa lebih kuat kali ini).
Saya tidak sebiasa keliatannya
Saya tidak juga sekuat keliatannya
Saya juga tidak lagi siap kali ini.
Tapi saya tau semua itu yang harus saya jalani, kedepan.. maju selangkah demi selangkah.
Semoga hal dan sifat buruk saya bisa menjadi pengingat bahwa saya tidak bisa selalu sempurna.
Semoga dimengerti
Semoga bisa diterima sebagai satu kesatuan yang membuat saya utuh.
Amin..
I know then, nothing’s could be perfect too

 

Bandung, about pause and break

51


November 12th, 2008

Tapi lebih dari sekedar mengucapkan tepat pada pergantian jam
Lebih dari cheese cake tarts yang mampu saya beli dari gaji saya.
Tidak ada riuh perayaan tiup lilin kali ini.
Mungkin Mam senang kalo ada perayaan seperti itu, tapi saya lebih senang kalau Mam bisa senang setiap hari
tanpa harus menunggu tanggal yang tepat.
Saya berdoa setiap hari nya buat Mam,ritual andalan sehari-hari.
Semuanya yang terbaik di dunia ini saya minta buat Mam, kalau saya masih diizinkan untuk hiperbolis.
Buat saya tidak pernah ada perwujudan hadiah yang peling sesuai untuk Mam.
Tidak oleh apapun
Tidak akan tergantikan

 

Selamat 51 tahun Mam..

 

we love you
always have.always will

Pelukan


November 11th, 2008

 

bf001660.jpg

“Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan  sehari. Untuk kesehatan, kita butuh  8 pelukan perhari. Untuk pertumbuhan, awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari,” kata Virginia Satir, terapis keluarga.*)

Pelukan, begitu dahsyatnya kah efek dari sesuatu bernama pelukan ini? Buat saya jawabannya adalah : Ya
Disaat semua kerudetan pop up di ubun-ubun, saat semua kunci-kunci mulai diserahkan ke saya dan mencari pintu yang tepat untuk masuk ke ruangan yang lain.
Ruangan yang mungkin saja ruangan kerudetan yang baru. Semoga saja ruangan yang tepat untuk saat ini (lalu saya sedang mengucap syukur sebanyak-banyaknya).
Mungkn saya butuh pelukan, butuh pelukan dari semesta raya untuk akhir-akhir ini. Setiap sore saya mencari pelukan itu, pelukan yang mungkin menyumput diantara jingga dan hujan yang seringkali datang sore hari belakangan.
Tapi pelukan itu belum saja datang.
Selebihnya saya memilih menikmati hujan dibalik jendela, dengan rintik yang teratur dengan nafas sesak
sesak…
sampai dada ini menyesak
bukan seperti serangan asma, tepatnya saya mencoba menahan untuk tidak lagi menangis di tempat yang sama.
Tapi gagal saya tahan
dan sekarang saya tau kalau air mata itu asin

Sampai detik ini saya berpikir mungkin pelukan yang akan membuat saya lebih tenang, pelukan yang mungkin menyumput diantara jingga dan hujan yang seringkali datang sore hari belakangan.
Tapi belum datang juga
Mungkin tertahan di lampu merah sudut ibukota yang semakin hiruk, semakin pikuk. Sama seperti kerudetan yang masih ini-ini saja, saya menyerah pada kerudetan ini, saya menyerah mencari mangsa untuk bisa meluapkan untuk membantu melupakan.
Yang mungkin datang berbarengan dengan pelukan
Dari 4, 8, dan 12 pelukan kata Virginia Satir diatas, saya hanya butuh satu pelukan
s a t u saja
saya rasa itu sudah cukup
tidak berlebihan bukan?

*) diambil dari sebuah Milis siang ini, sambil menikmati sisa rasa American Favorite

yippie!


October 20th, 2008

19102008-001.jpg

“Maap ya yang Edelweiss edition-nya udah abis, jadi diganti sama yang ini aja, semoga suka… “

Finally I’ve got my first Lomo, beyond the expectation pula.. Dapet Diana F+ Hong Meow!

Makasih banget ya pacar :)

my imaginary (yellow) bike


September 10th, 2008

Pengen beli sepeda gini :

Bike to work ga mungkin, secara di Jakarta takut kebadug motor. Berarti harus pindah kerja kali ya? (alasan yang tepat untuk mencari kerja selain di Jakarta)

hahahaha!
heup*

wishes


July 22nd, 2008

“You, Complete Me..”

Masih inget? :)

Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warrohmah yah. Dari dulu saya tau kamu pasti bisa, tapi -sayangnya- bukan sama saya. Hehe! No pain no gain mamen!!

pause


July 18th, 2008

berdiri di atas lantai porcelain.
lantai mahal yang begitu transparannya
mencetak pantulan yang serupa disana.

pause
tidak merasa luntur
tidah merasa hilang
tapi kosong saja

pause
kalau memang ini jalan nya
buat supaya lebih mengerti
kalau memang ini keputusannya
buat supaya bisa lebih berlapang dada menerima

play
let it be

apa rasanya


June 17th, 2008

apa rasanya ketika merindu kepada yang tak tampak dimata, tapi seperti timbul tenggelam dalam hati.
“asa lebar ninggalkeun si eta, teuing lantaran geus bogoh, teuing lantaran emang jodoh nya?”**
dengan logat sunda nan kentalnya
biru - putih - jingga
dan benci sekali hijau
benci karena harus berhadapan dengan sesuatu bernama : rahasia masa lalu
kenapa masa lalu masih menjadi rahasia?
apa rahasia bisa expired sehingga akhirnya harus “dibuang”?
apa rasanya ingin bertemu dengan sangat mendesak sampai membuat rungsing sejenak
ini saya dengan sekelumit jalan yang begitu meribetkan
dengan puluhan pertanyaan yang enggan ditulis disini dan tercatat rapi di otak
tapi, apa rasanya menulis dan menulis
mengeluarkan semua kata-kata lewat tulisan
dan ternyata tidak terdeteksi
dan tidak pula dimengerti
mungkin, rasanya sama seperti ingin terjamah oleh langit

*tanya orang sunda dulu gih !

Talk is Cheap