Archive for the 'hidup' Category

kereta kemarin

Posted by rectolva on Aug 23 2007 | hidup

Baru aja dipuji-puji tentang kereta Endonesya sebelumnya..
Sore-nya, seperti biasa saya naik Express dari Sudirman.
“Bang Siomay-nya 1 ya, pleus Frutea ok!”
Beli pernak pernik glow in the dark gambar ‘Kupu-kupu’ n Bintang.
Menikmati siomay, sambil denger MP4. Budi temen saya di Telkomsel Bandung nelfon cuma nanyain keadaan kota Jakarta.
“Ya gitu deh Bud, mendung, belum ujan, terus agak cekak soalnya menuju akhir bulan.”

Continue Reading »

1 comment for now

girl on a train*

Posted by rectolva on Aug 22 2007 | hidup

Senin, Kereta ekonomi jam 6:12 pagi, Gerbong 4

“Apa persamaan bibir Obet sama pel-an (kain pel-red)?”
“Sarua bisa di pulan-pilin keun (diplintir-red)

Setiap hari ada aja bahasan yang baru, yang bisa bikin ngantuk saya ilang seketika, yang bikin perjalanan
Bogor - Cawang jadi ga kerasa, yang bikin perut saya sakit banget gara-gara ketawa.
Ga peduli banyak orang-orang yang tidur disitu. Kalo diperhatiin sih emang orang-orang yang tidur di kereta ekonomi gini udah pada minum jamu tolak ribut, abisnya tahan godaan (baik godaan marah ataupun godaan dicela). Teteup aja mereka tidur sepules-pulesnya. Dari sini juga saya belajar tibra (beca: kebluk) kali ya?
Dari mulai lempar-lemparan kertas koran, patimura (patungan murah) buat beli pisgor+tahu sumedang sama aqua, arisan, sampe pengajian. Berasa punya ’sekolah’ baru, berasa di playground kadang-kadang.

he he..

Continue Reading »

no comments for now

she says..

Posted by rectolva on Aug 15 2007 | hidup

14-01-07_1626.jpg

“Love Seems Like A Pain..

They say it’s sweet..

But, It’s not for today”

Itu kata adik perempuan saya kemarin

jatuh cinta pertama,
patah hati pertama

adik saya melakukan permainan :
Memulai, Dimulai!
Menyudahi, Dimulai!

Goodgirl sista! I’m still here to listen..

2 comments for now

memulai, dimulai!

Posted by rectolva on Aug 14 2007 | hidup

Memulai sesuatu yang baru, dengan suasana baru, tempat baru, orang-orang baru, kebiasaan baru, dan tentunya keasyikan yang baru. Semua itu selalu dimulai dengan ketertarikan luar biasa. Mencari angle dari setiap objek yang saya liat, dimulai dari kekaguman yang menetap di mata saya, kemudian meluncur halus ke hati saya. Ada juga beberapa yang hanya menetap di mata saja.

Waktu membuat hal-hal baru menjadi lama kelamaan.
Lama kelamaan menjadi sesuatu yang menjadi keseharian, rutinitas. Sama seperti kebiasaan saya mencuci tangan dimana saja, kebiasaan saya menaruh barang yang sudah saya pakai di tempatnya (forgetful me), kebiasaan saya membaca koran dari belakang. Semua hal yang baru menjadi kebiasaan pada akhirnya.

Ekspetasi terhadap segala sesuatu yang baru menjadikan semangat pagi dengan segelas vanilla milk. Memulai lagi kebiasaan-kebiasaan yang sama. Menikmati kebiasaan-kebiasaan yang dulunya adalah sesuatu yang baru.

 

Belajar memulai sesuatu dari sini,
sekarang..

 

 Eko,terimakasih telah menyediakan ruang untuk memulai ^_^

 

4 comments for now

« Prev