blocked


January 21st, 2008

kata-kata tak bisa tertangkap
semangat yang menguap
emosi saja yang terus meluap
tak tertahan, tak bisa ditahan
saya butuh pil bebas
satu butir saja kali ini
seperti satu langkah pertama
untuk membuat banyak perubahan
yeah, you go!

satu [pasang] sepatu


January 3rd, 2008

Sepatu merah itu belum juga kebeli.
padahal sudah beberapa kali bulakbalik toko sepatu, walhasil selalu keluar dengan sepatu-pilihan-lain atau tangan kosong

while you were waiting for the payday I called it window shopping.

Yihaaa!!

Saya selalu ngebayangin punya tempat macam butik Vincci atau Charles & Keith. Dengan kaca-kaca ukuran besar, etalase yang aduhai, rak-rak yang rapijali dan sofa empuk pastinya.
Bakalan butuh seharian untuk matching-in sepatu sama baju yang saya pakai.
Bisa jadi abis mandi yang saya pakai bukan baju, tapi si sepatu duluan.
Ga kebayang…

Continue reading »

panggung


December 12th, 2007

Silakan saja menikmati panggungmu, jika kamu meminta bersebelahan dengan panggung ku, jangan cemburu.
karena tepuk tangan meriah sering kali muncul di panggung ini.
Suitswiw! aku lebih suka men-suitswiw sendiri apabila aksi panggung [yang buatku] terlihat memukau, klimaks, tendendsius, implisit, retorik, whatever! Even sometimes they act too much absurd..
Jangan, tolong jangan.
Jangan tatapan sinis itu lagi!
Kalau kamu tertarik, berikan saja tepuk tangan kecil, atau memuji dalam hati pun tak apa.

“Buatku kata-kata terdengar indah apabila keluar dari hati, walau sayup.”

Kolaborasi memang akan tampak meriah dan besar.
Apalagi dengan panggungmu yang dua kali lipat luas panggung ini.
Mari, panggungku selalu terbuka untuk siapa saja.
Para penikmat dunia
Para penjilat
Para backstabber
Para pengadu

Tapi maaf kalau nanti aku tidak bertepuk tangan sekecil apapun untuk aksi kalian
karena lagi, aku tidak terlalu suka akan basa basi.
Kalau memang nantinya aku bersikap begitu,
berarti aku memang tidak tertarik sama sekali.

hari ini dimulai dengan….


November 28th, 2007

Tinggalkan yang kemarin, biar berlalu terbawa detak detik waktu.
tak ada detik yang
 kembali
biar yang berlalu menjadi cara belajar yang lain untuk kita.

Ketika rasa bersalah yang mendominasi, beri kata maaf yang pertama untuk diri sendiri, lalu belajar memaafkan yang lain
Tidak ada maaf yang paling ingin dimaafkan, selain memaafkan diri sendiri.

Setelah hari kemarin selesai,
hari ini dimulai dengan :

me-minimalis benci,

membuat folder-folder kenangan supaya tidak berserakan

mengeluarkan kata-kata dengan lidah, bukan dengan jari

menyapa bumi dengan doa pagi, bukan dengan rasa malas

membuat rencana masa depan dengan optimis!

optimis dengan semangat

dengan berdoa

dengan ikhlas

melanjutkan kosong dengan,

angka satu

dua

tiga

dan seterusnya!


Karena hari ini akan menjadi kemarin yang akan berlalu lagi.

 
Jadi,
hari ini dimulai dengan :
……..
……..
……..

(fill the blank everyday!)

 

“setiap hari adalah baru!”


October 30th, 2007

Menciptakan harapan selalu ada di list saya setiap hari.
Kadang itu cuma harapan-harapan kecil saja,tapi beberapa kali harapan-harapan itu lebih besar dari bayangan saya.
Satu hal yang saya tidak pernah lupa,

s . e . m . a . n . g . a . t

Pasti pernah kecewa, pasti pernah gagal, tapi ternyata hari selanjutnya ada harapan baru lagi.

Oktober


October 1st, 2007

Saya suka sekali Oktober
mungkin karena Oktober itu bagian dari nama saya,
bagian ketika saya ada,
bagian ketika angka-angka hidup saya berubah.

Buat saya Oktober warnanya seperti senja,
jingga..
potongan senja diantara biskuit dan es krim.
Manis, meleleh di tangan, atau lumer di mulut.
Hangat nantinya..

Alhamdulillah..
Dia menyiapkan paket Oktober, dengan sempurna!
Ramadhan
Lebaran.

Apa yang akan saya lakukan?
Belajar
Berubah
Belajar mengalami perubahan
sendiri
sama-sama
Oktober ini saya harus lebih giat lagi!
tu wa ga pat
tuwagapat
tuwatuwagapat.

Sekali lagi saya suka Oktober.
Bagaimana dengan kamu?
Suka juga?


terimakasih


September 6th, 2007

DIA, lagi-lagi ngasih saya petunjuk lewat cerita seorang teman.
Cerita yang sebetulnya bukan cerita yang baik, bukan berarti bisa dibilang itu salah atau benar.
Setidaknya cukup membuat saya sadar untuk hal yang itu.
DIA tau, saya susah buat dibilangin, saya orang yang harus sadar sendiri.
Pernah di keadaan yang sama,
Perasaan yang sama,
Saya coba buat menghindar karena saya tau banyak yang bakal sakit karena pilihan itu.
Waktu itu saya jatuh, dan memang butuh waktu lama buat bangun, berdiri, tertatih-tatih sampai jalan lagi.

Tapi saya selalu yakin kalau selalu bisa bangun,
entah bangun sendiri, atau ada yang bantuin buat bangun.
Setelah bangun saya bisa jalan lagi, walaupun saya jalan sendiri nanti-nya.
Saya harus ngasih penghargaan buat orang-orang yang pernah bantuin saya buat bangun,
bergerak dan berjalan di rel kehidupan saya lagi.

DIA memberikan pesan untuk saya lewat kalian..
Saya lupa pernah mengucapkan terimakasih atau belum..
Tapi sekali lagi
Terimakasih..

Bun, maacih..
Saya belum bilang, kalau saya selalu kagum sama kamu..

s p a s i


August 24th, 2007

Seindah apapun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda?
Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?
Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak?
Dan saling menyayangi bila ada ruang?
Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.

 

Kata-kata yang saya ambil dari buku Filosofi Kopi-nya Dewi Lestari.
Waktu nya meletakan sekat di antara ruang-ruang saya.
Berwarna merah,tanda peringatan buat saya.
Memilih salah satu.
Tidak!
Saya belum mau,
izinkan saya memilih untuk tidak memilih kali ini.

Itu juga pilihan bukan?

lego


August 24th, 2007

lego2.jpgSebentar saja, belum akan pergi, belum juga mau keluar dari sini. Saya hanya perlu menambahkan atau mengurangi ‘beberapa’ dari saya.

Ketemu seseorang yang baru, entah siapa, saya juga tidak terlalu kenal,dan saya belum mau terlalu mengenal orang-orang yang belum saya kenal *pusing*

Kalau kata-nya “mencari sudut pandang baru” atau sebetulnya kita hanya memodifikasi sudut pandang baru (yang sudah dirasa terlalu lama), menjadi sudut pandang yang lebih baru.

Ummm.. saya menyebutnya seperti si ‘anak kecil’ yang punya mainan baru, dan selalu bisa aja nemuin mainan baru. Si ‘anak kecil’ itu biasanya suka ga pernah mau maenannya di ganggu orang laen, then.. setelah dia bosen dan nemuin mainan baru yang lainnya, mainan-yang-pernah-baru  itu dia tinggalin..

DIA punya jalan, ruang dan waktu untuk alasan yang belum saya pikirin sebelumnya. Lalu untuk hal-hal baru yang sudah saya lakukan, saya merasa tidak boleh (terlalu) menyesal, tidak boleh juga terlalu nyaman. Kenyamanan bisa jadi adalah bentuk kecil dari kestatisan yang terlambat disadari.
Saya percaya segala sesuatu dibuat karena ada guna-nya. Sekecil apapun itu, serumit apapun itu, selama apapun itu. Even it’s just a ’sampah’. Sampah juga berfungsi untuk mengisi tempat sampah bukan?
Tanpa saya sadari ataupun tidak, semua itu pasti ada guna-nya buat saya. Saya ga perlu nuntut apapun buat hal-hal itu, nikmatin aja hasil dari semuanya..

Ruang ini memang terlalu besar tanpa bentuk. Saya hanya memberi sekat-sekat imajiner saja pada ruang saya. Supaya saya tau, dimana saya harus berjalan berbaik arah karena kepentok, atau saya masih harus berjalan terus, sampai saya kira saya harus menambahkan sekat di ruang saya itu. Mirip Lego, saya menggambarkan sekat-sekat saya seperti itu, sewarna-warni itu juga. Tidak ada yang tidak mungkin bukan? yang ada hanya belum..

Mengutip kata Coelho di Maktub-nya
“If you are still living, it’s because you have not yet arrived at the place you should be.”

 

 

 

Hey u! Thanks for that day.. I called it another Endorphine day!

kereta kemarin


August 23rd, 2007

Baru aja dipuji-puji tentang kereta Endonesya sebelumnya..
Sore-nya, seperti biasa saya naik Express dari Sudirman.
“Bang Siomay-nya 1 ya, pleus Frutea ok!”
Beli pernak pernik glow in the dark gambar ‘Kupu-kupu’ n Bintang.
Menikmati siomay, sambil denger MP4. Budi temen saya di Telkomsel Bandung nelfon cuma nanyain keadaan kota Jakarta.
“Ya gitu deh Bud, mendung, belum ujan, terus agak cekak soalnya menuju akhir bulan.”

Continue reading »