Desember
“Tahun baru mau kemana?”
Dalam kemeriahan kembang api yang seringkali cuma saya lihat di televisi. Berharap saya bisa menikmati versi bisu suasana ini. Saya takut dengan kedahsyatan suara petasan, mercon dan terompet, saya merinding bahkan beberapa kali berjongkok dan menutup telinga saya rapat-rapat, tapi mata ini tetap terpukau dengan warna langit .
Saya terkagum dengan langit warna warni malam itu.
Mendadak seperti es campur dengan tumpukan es serut berwana yang siap diseruput.
Dengan lelaki beraroma tembakau dan sebotol air mineral ditangan kanannya.
Bandung, 2003
hidup | Comment (1)bandara
Bandara adalah bandar udara
(apeu!)
pelukan
sambutan
senyuman
jabat tangan
ciuman
menangis
tertawa
mengutuk delayed
berjanji untuk bertemu lagi
berjanji untuk selalu mengirimkan kabar
pesan hati-hati
datang
pergi
menunggu
selamat datang oktober!
hidup | Comment (0)mesmerizing rain
Something’s bothering me today..
It just a phase
It just a crush
came in a rush
(maybe) for a while
Like people told me :
Enjoy it
It wasn’t right, it wasn’t wrong too
it was only a fool
So,
I miss u then
(tanggal berapa sih hari ini?)
feel it?, hidup | Comment (0)hamindua
Saatnya mengeksekusi satu mimpi. Dulu pengen banget backpacker ke luar negeri. Mungkin ga ya mungkin ga ya?
Rabu pagi, tiba-tiba aja kpikiran buat pergi sendirian, liat-liat website air asia, cek harga disana.
Singapur lucu juga ya?
Katanya tinggal nyambung pake bis 5 jam ke Kuala Lumpur. Hmmmm… saya tergiur!
Browsing hotel-hotel backpacker disana.
Ini sih disebut backpacker karna bawa duit yang pas-pasan, hahaha..
Nekad aja langsung capcus.
Ditambah doktrin buku The Naked Traveller
VOILA!
BDO - SIN
SIN - KUL
KUL - BDO
Can’t hardly wait to go there
Cerita lengkapnya nanti di update ![]()
#2
yup ini postingan kedua hari ini.
Pernah ga kamu, berada diantara pilihan yang ga kamu suka?
dan karena sangking ga kamu suka nya tu pilihan, kamu terus menerus menunda untuk memilih. Sak banget!
Kamu tau, ternyata ada pilihan untuk tidak memilih.
Iya, ternyata disetiap dua pilihan kadang ada pilihan ketiga, which means you still have to choose one!
sak again!
Memilihmu perlu persiapan dan mental
Bagai memilih masuk ke sekolah unggulan
Memilihmu bisa makan waktu yang panjang
Satpam depan suruh aku ambil nomor tunggu
Aku tak pernah jadi murid yang terpandai
Menunggu lama slalu membuatku bosan
Kubawa pergi mimpiku berlalu
Yup, dan pilihan terakhir adalah dengan tidak
memililih(mu).
out and close
fave it!, hidup | Comment (0)Life was like a pepes ayam
Baru aja makan siang
menunya Pepes Ayam
Jadi inget kontemplasi tentang si pepes ayam ini.
Saya suka banget pepes ayam, tapi kalo soal ayam saya selalu suka bagian sayap. Makanya klo makan pepes ayam kan ga akan kliatan tuh dalemnya dapet apa.
Suka menerka-nerka dulu klo mu makan pepes, dalemnya sayap ato paha ya?
Semoga sayap..
eh pas tadi dibuka ternyata dalemnya bagian yang daging semua itu lho.
Kalo kata Forrest Gump
“Life was like a box of chocolates. You never know what you’re gonna get.”
Kalo kata saya :
“Life was like a pepes ayam. You never know what you’re gonna get.”
Pepes ayam itu kejutan
kadang dapet sayap kaya apa yang saya mau
kadang bungkusannya gede, eh isinya malah daun salam sama lengkuas segede jempol..
kadang dapet bagian brutu-nya..
nah makanya saya bilang hidup itu nampak seperti pepes ayam
kita ga pernah tau apa isinya
kadang kita dapet apa yang kita mau
kadang juga kita cuma dapet sebagian hal kecil yang kita mau dan sebagian besar harus dibuang
atau kadang malah kita dapet yang kita ga suka sama sekali.
Tapi Pap selalu ngajarin saya menghabiskan makanan yang udah saya ambil ke piring saya dan ini jadi kebiasaan yang berlanjut sampe gede.
Jadi ya apapun isinya tu pepes ayam, teteup aja harus dimakan.
Sama-sama ayam juga bukan?
Hidup pepes ayam!
Hiduplah sehidup-hidupnya!
* gambar diambil dari sini
status
Hari ini status Facebook saya di revisi.
Masuk ke menu edit profile, lalu cancel relationship.
Muncul kalimat :
“Olva Patriani and Achmad Maulana ended their relationship”
Duh sebegitu mudahnya buat ended relationship, tinggal klik dan semuanya selesai.
Untungnya kita bukan selebritis yang harus menggelar konfrensi pers.
Ada yang salah dengan hanya sebuah status?
Apa lebih baik berstatus “In a Relationship with bla bla bla”
Tapi… (you named it).
Jadi, sebenernya putus ga sih?
feel it?, hidup | Comments (2)Bukan Review
Baru aja duduk di cubicle. Emosi menang lagi. Sama seperti hujan hari ini.
Oia,Rabu kemarin saya menonton Bride Wars. Umm.. ceritanya ringan, gampang ditebak dan cukup seru kalau ditonton hanya oleh para wanita saja.
Satu hal yang bagus di film ini, ceritanya si Liv (Kate Hudson) sobatan dari kecil sama Emma (Anne Hathaway) mereka punya mimpi kalau nanti bisa nikah di The Plaza dan di bulan Juni.
Tapi tagline memang tidak pernah berbohong :
Even best friends can’t share the same wedding day.
Okay, sebenernya bukan itu yang mau dibahas. Emma dan Fletcher (Chris Pratt), 10 tahun pacaran -alias samen leven juga-. Liv, perempuan yang ambisius, negosiasi adalah kehebatannya dan dia selalu berbuat selangkah lebih maju dari orang lain. Dan Emma tipe perempuan yang lembut, pengalah dan juga sangat berbesar hati. Tiba-tiba menjadi sesosok manusia yang keilangan jati dirinya ketika dia berebut tanggal pernikahan dengan Liv. Emma menjadi orang yang liar, culas dan pendendam saat itu.
Fletcher agak terganggu dengan sosok Emma yang sekarang. Emma-nya yang manis berubah menjadi tidak lagi manis.
Perubahan sifat yang terjadi secara normal karena kondisi yang memaksa Emma berubah menjadi seperti itu.
Dan hasilnya, cukup mudah ditebak mereka tidak jadi menikah karena Emma sadar. Fletcher hanya ingin menikahi sisi baik Emma. We’re just common people isn’t it?
Manusia bisa berubah, mengikuti situasi dan keadaan yang memang tidak-itu-itu-saja. Manusia kadang memang harus berjuang, untuk sesuatu hal yang mereka mau. Bukan melulu soal cinta, yang kadang menyelimuti mata kita juga. Tidak ada yang sempurna di dunia ini.
Even practice makes perfect, but nobody’s can be perfect too.
Only human, kita juga memang harus kalah, kadang harus mengalah. Kita harus bahagia, atau juga merasa bahagia. Hidup memang menuntut kita untuk berbuat baik, tapi ketika kita khilaf dan berbuat sekenanya. Kita juga selalu mau untuk dimaafkan dan diterima.
Berbuat baik menjadi suatu kewajiban bukan lagi pilihan.
Only human, we’re not an angel.
Dan kita butuh orang yang bisa menerima 2 sisi yang berbeda dari diri kita sendiri.
Seorang teman, dalam bentuk apapun.
“…the one person you can count on for a lifetime, the one person who knows you sometimes better than you know yourself is the same person who’s been standing beside you all along.”
per-saya-an
Apa topik saya kali ini?
Lalu saya memejamkan mata dan mulai menulis kata pertama.
*Sigh*
Ga tau kenapa saya masih ngerasa blank aja. Biasanya jari-jari ini terlalu mahir untuk bergerak sendiri, tapi mungkin daya sinkronisasi otak dan jari-jari saya mulai melemah.
what’s next?
1. Kenapa saya senang sekali bertanya? Apapun selalu harus dengan buntut alasan. Walaupun saya percaya semua alasan adalah pembenaran diri kita sendiri. Well, mungkin saya emang ga ditakdirkan untuk menjadi orang yang nrimo, kadang banyak hal-hal krusial yang selalu saya pertanyakan. Malah bisa jadi itu bikin pusing sendiri pastinya. But it suddenly pop’s up from my head! Arrghhh damn aaargh!
2. Saya bingung sama pekerjaan yang sebenernya cocok sama saya. Karena menurut saya pekerjaan yang pas buat saya adalah pekerjaan yang memiliki waktu yang fleksibel, non-formal (outfit, tempat kerja, peraturan), dan tentunya dengan gaji yang cukup untuk membiayayai semua biaya kenakalan saya.
3. Saya lagi suka baca Traveller’s Tale. Belok kanan Barcelona! I love this book, I love books!
4. Saya si sang keras kepala. Tapi bukan berarti keras hati. Saya selalu butuh diyakinkan dan tidak pandai meyakinkan. Ada yang mau mengajari saya soal ini, anyone?
5. Kalo bisa, saya maunya ngerjain banyak hal yang berbeda dalam satu hari. Lalu besoknya mengerjakan hal yang berbeda juga. Rutinitas? pleh..
6. Saya pengen banget jadi penulis. Tapi selalu malu untuk mempublikasikan tulisan-tulisan saya. Alasannya?? Klasik sih : GA PEDE! Omaigat, dimana saya harus membeli obat pembesar kepedean?
7. Anak kecil itu selalu lucu dimata saya. Dari dulu hasrat pengen punya anak lebih besar dari hasrat menikah. Hehehe..
8. Tempat yang paling saya suka adalah tempat yang ga ada program acara televisi-nya. Membosankan acara TV akhir-akhir ini.
9. Mimpi saya dalam waktu dekat ini adalah ke pantai. Tabungan kali ini akan saya habiskan untuk sarana liburan, kemanapun. Maybe i become the YES MAN
10. Harus punya mimpi yang gimana lagi ya?
(ga) penting, feel it?, hidup | Comment (0)in the name of silent
none of resolution(s)
only
with another dream to live this life

