vice-versa


May 12th, 2008

Senangnya ketika melihat sesuatu yang kita inginkan akhirnya gonjreng di depan mata. Timbul reaksi orgasme emosi yang terkadang luber dari mangkuknya , ada sesuatu yang melibatkan emosi menyeruput otak serta menciutkan realitas.

Dan seharusnya kita terus mengingat apa yang disebut dengan vice-versa :

The reverse of the previous statement, with the main items transposed. It derives from Latin, with the translation being ‘the other way round’ or ‘the position being reversed’, but is now fully absorbed into English. It is usually used to imply the complement of a statement without expressing as much in words. (http://www.phrases.org.uk)

Seperti saat kemarin kita jatuh
dan selanjutnya kita harus bangun
kalau nanti kita mendapatkan
ada saatnya kita pun akan merasa

kehilangan..

wah..


May 12th, 2008

Saya mau jadi Aunty :))

SENENG GA KARUKARUAN LAH!!!! 

(jadi uwa kata Icu n Isti mah..)

kilometer


April 23rd, 2008

Saya mulai menulis ketika melihat KM 27, lalu masih tetap melihat jauh keluar jendela KM 28.. Km 29.
Seperti umur-umur manusia yang berjalan begitu saja, berjalan maju dan tidak bisa berbalik arah.
Yah… kita semua melaju di jalur bernama umur.
Rambu-rambu pengingat tentang tikungan, tentang batasan kecepatan, gambar musholla dan garis kuning di sisian jalan agar tidak terlalu menyisi.
Menangkap view di Cikampek yang selalu ramai saat akhir pekan menuju
Bandung untuk melepaskan lembar-lembar tipis dan tidak perduli akan nominal. Kembali membeli rasa puas di kota kembang.
Disamping saya ada siluet yang menjelaskan seraut wajah yang masih saja saya kagumi sampai hari ini. Saya hafal posisi tangan di stirnya, garukan sesekali di rambutnya dan kerung tanda heran dan spekta ajaib atas kelakuan-kelakuan saya. Kamu masih sama seperti itu..
Sudah KM 40 dan masih terjaga tapi kita terdiam lebih banyak.KM 77 yang selalu saya suka, sudah setengah perjalanan, tapi lebih dekat menuju tujuan.
Kita pulang
menuju setengah jalan kearah pulang..

it makes you say “oow..”


April 21st, 2008

Banyak pertanyaan yang bikin kamu mendadak diem, ga tau mu bilang apa, ga tau mu jawab asal juga apa.

ini beberapa pertanyaan yang bikin mereka speechless :
* kapan kawin?
* udah berbuat apa selama hidup?
* udah balas budi apa ke orang tua?(iwenk)

* apa rencana masa depan kamu? (cicu)
* tentang masa depan! (amed)
tampak dua orang madesu

* when somebody ask me, “do you love olva”
because i said “nope, but my heart sey yes” (unknown)

* kalo ditanya ttg agama? kaya… “ko ga solat?” (fannie)

* kalo ada yang ngelamar (nifa)

* pernah selingkuh? (krisna)

* apa kamu orang baik?
* apa kamu berguna buat orang tua dan masyarakat? (eko)

* apa itu cinta? (saya)

membungkus kehangatan


April 3rd, 2008

Jika saja saya bisa membungkus kehangatan hari kemarin, membawa serta pulang kerumah untuk oleh-oleh.
Kehangatan yang terbungkus daun pisang hangat, seperti nasi timbel.
Ketika saya buka, hangatnya terasa ujung hidung saya, lalu menyebar kesetiap sudut ruangan ini.
Lalu Voila! seketika saja saya seperti ada di kehangatan kemarin..

Kurang satu lagi disini, KALIAN!

asa


March 18th, 2008

dan segenggam asa yang masih terkepal erat,
mencoba melonggarkan sedikit
menyisakan ruang kosong disitu

 

dan segenggam asa
berharap pada angin yang ingin menerbangkannya tinggi
sejauh mungkin…

 

lalu apa yang terjadi bila asa berubah menjadi rasa?

 

 

Re : takut


February 28th, 2008

takut
Feb 27, ‘08 5:17 AM
for everyone

Takut, berasal dari perasaan tidak aman.
Perasaan tidak aman, memicu ketidaknyamanan.

Sumber awalnya, adalah ketidakpercayaan.

Tidak percaya, karena merasa miskin.
Tak punya pegangan dan tempat berlindung.

Tak ada jaminan yang bisa membuat diri yakin.
Yakin bahwa bisa melewati apapun, dan bisa selamat sampai di tujuan.

Gimana caranya menghandel ketakutan?
Jawabannya cuma satu: percayalah.

Bagaimana bisa percaya dan yakin?
Nggak ada cara lain, kecuali ikhlas.

Oke, lalu gimana supaya bisa ikhlas?
Jangan pernah terikat sama apapun di dunia ini,

kecuali satu: Sang Maha Kuasa.

Bahwa Dia sudah mengatur semuanya.
Dia telah menentukan yang baik,

bagi hamba-Nya yang menginginkan kebaikan.

Ah ya, ternyata, memang semuanya kembali ke kita.
Mana yang mau kamu pilih?

Semoga kita semua termasuk kaum yang bertaqwa hanya kepada-Nya.

 

(Amin Ya Rabbal ’Alamin…)

Tuhan berkehendak atas kuasaNya sendiri, kemaren saya bingung sama ketakutan saya sendiri, kebetulan (ga pernah ada sesuatu yang ’kebetulan’ di dunia ini ya?).
Saya baca tulisan Hagi disini.
Makasih Hagi, buat sesuatu-yang-sebenernya-ga-maksud-ke-saya-secara-khusus :)

Alhamdulillah…

I Thank you GOD
I Thank you Hagi..

PS: saya minta ijin langsung sama Hagi buat co-pas tulisan ini ya  :)

 

 

 

h u j a n


February 26th, 2008

hujan membawa serta hangat
menghantarkan dingin
menghancurkan kontrol nurani
menegadah melihat langit
menunduk melihat aspal basah
menangis karena ditinggalkan
membuta karena cinta
kita memang memperdebatkan segala hal
menyalahkan banyak hal
tidak seperti pelangi yang selalu bersiap menunggu setelah hujan
berpasrah untuk dinikmati atau tidak

jadi tak apa hujan
kemari
turun lah dengan berbaik hati
kita pun sudah bersiap seperti pelangi

 

::rainy tuesday don’t be scared

disconnect


January 30th, 2008

+ why are you so quite?

- why?

+ yes, why?

- because half of what i said is meaningless.
but i said it just to reach you

tapi


January 9th, 2008

ya ya ya
bosan lagi
hap hap hap
ada yang lain?
du du du
tak mau dibungkam diam
cup cup cup
mari bermanja

 

 

 

tapi,

kamu

kemana?