Dear Latte
November 4th, 2009
Ini waktunya saya mengkonsumsimu. Mencuri sedikit waktu kantor tentunya ![]()
Kamu tau, semalam saya tidak merasa ngantuk. Mendengar tik tuk tik tuk jam dinding abu-abu membuat saya semakin sulit untuk merapatkan mata ini.
Biasa, permasalahan manusia.
Membaurkan ekpektasi satu dan lainnya dan memposisikan saya menjadi ‘termometer’ untuk ini.
Sehingga akhirnya menemukan diri sendiri kebingungan, ketakutan, insomnia..
Lucunya, saya mulai berpikir untuk lari. Lari dari keharusan menjadi seperti yang seharusnya.
Seperti sekarang, dengan mu.
tanpa kontemplasi
tanpa konklusi
Cukup ekspektasi seperti secangkir Latte pengusir ngantuk.
Simpel dan terkesekusi