Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/rectolva/public_html/wordpress/wp-includes/cache.php on line 36

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/rectolva/public_html/wordpress/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/rectolva/public_html/wordpress/wp-includes/theme.php on line 508
2009 February 09 archive at rectolva.com

Bukan Review


February 9th, 2009

Baru aja duduk di cubicle. Emosi menang lagi. Sama seperti hujan hari ini.
Oia,Rabu kemarin saya menonton Bride Wars. Umm.. ceritanya ringan, gampang ditebak dan cukup seru kalau ditonton hanya oleh para wanita saja.

Satu hal yang bagus di film ini, ceritanya si Liv (Kate Hudson) sobatan dari kecil sama Emma (Anne Hathaway) mereka punya mimpi kalau nanti bisa nikah di The Plaza dan di bulan Juni.
Tapi tagline memang tidak pernah berbohong :

Even best friends can’t share the same wedding day.
Okay, sebenernya bukan itu yang mau dibahas. Emma dan Fletcher (Chris Pratt), 10 tahun pacaran -alias samen leven juga-. Liv, perempuan yang ambisius, negosiasi adalah kehebatannya dan dia selalu berbuat selangkah lebih maju dari orang lain. Dan Emma tipe perempuan yang lembut, pengalah dan juga sangat berbesar hati. Tiba-tiba menjadi sesosok manusia yang keilangan jati dirinya ketika dia berebut tanggal pernikahan dengan Liv. Emma menjadi orang yang liar, culas dan pendendam saat itu.

Fletcher agak terganggu dengan sosok Emma yang sekarang. Emma-nya yang manis berubah menjadi tidak lagi manis.
Perubahan sifat yang terjadi secara normal karena kondisi yang memaksa Emma berubah menjadi seperti itu.
Dan hasilnya, cukup mudah ditebak mereka tidak jadi menikah karena Emma sadar. Fletcher hanya ingin menikahi sisi baik Emma. We’re just common people isn’t it?

Manusia bisa berubah, mengikuti situasi dan keadaan yang memang tidak-itu-itu-saja. Manusia kadang memang harus berjuang, untuk sesuatu hal yang mereka mau. Bukan melulu soal cinta, yang kadang menyelimuti mata kita juga. Tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Even practice makes perfect, but nobody’s can be perfect too.

Only human, kita juga memang harus kalah, kadang harus mengalah. Kita harus bahagia, atau juga merasa bahagia. Hidup memang menuntut kita untuk berbuat baik, tapi ketika kita khilaf dan berbuat sekenanya. Kita juga selalu mau untuk dimaafkan dan diterima.
Berbuat baik menjadi suatu kewajiban bukan lagi pilihan.

Only human, we’re not an angel.

Dan kita butuh orang yang bisa menerima 2 sisi yang berbeda dari diri kita sendiri.

Seorang teman, dalam bentuk apapun.
“…the one person you can count on for a lifetime, the one person who knows you sometimes better than you know yourself is the same person who’s been standing beside you all along.”

Talk is Cheap