status


February 23rd, 2009

12042008005.jpg

Hari ini status Facebook saya di revisi.
Masuk ke menu edit profile, lalu cancel relationship.
Muncul kalimat :
“Olva Patriani and Achmad Maulana ended their relationship”
Duh sebegitu mudahnya buat ended relationship, tinggal klik dan semuanya selesai.
Untungnya kita bukan selebritis yang harus menggelar konfrensi pers.
Ada yang salah dengan hanya sebuah status?

Apa lebih baik berstatus “In a Relationship with bla bla bla”
Tapi… (you named it).

Jadi, sebenernya putus ga sih?

pause and break


February 22nd, 2009

“Nobody’s perfect”

 Kata-kata yang mengingatkan kalau kita hanya seorang manusia.
Kritikan harusnya membuat kita lebih baik, bukan membuat kita menjadi sempurna.
Ketidaksetujuan orang lain atas apa-apa yang ada di diri kita. Bisa jadi membuat kita berubah bisa jadi malah membuat kita tidak percaya diri lagi.
Dan ternyata yang kemarin itu membuat saya melakukan hal terbesar dengan mundur.
Saya cuma terantuk dengan pembuktian, sendiri lagi..
memilah milah mana prosesi yang harus dijalani dan mana yang tidak usah. Huks.. Waktu itu saya memang masih kuat (dan seharusnya saya bisa lebih kuat kali ini).
Saya tidak sebiasa keliatannya
Saya tidak juga sekuat keliatannya
Saya juga tidak lagi siap kali ini.
Tapi saya tau semua itu yang harus saya jalani, kedepan.. maju selangkah demi selangkah.
Semoga hal dan sifat buruk saya bisa menjadi pengingat bahwa saya tidak bisa selalu sempurna.
Semoga dimengerti
Semoga bisa diterima sebagai satu kesatuan yang membuat saya utuh.
Amin..
I know then, nothing’s could be perfect too

 

Bandung, about pause and break

kali ini


February 19th, 2009

pandangi aku
lalu bicaralah

kali ini,
tak ada sanggahan
tak ada argumen persuatif
tak ada karbit kata-kata

tapi bicaralah

(paksaan halus kali ini)
bicaralah
apapun
asal bicara

faithful dreams


February 17th, 2009

Baby, you`re all that I want to be hold
Cause every time I close my eyes
You`re always being around in my mind

And if tears, are down in my arms
You`ll around me
Don`t you see, you`re heal my heart
From the pain..

Can`t you see how?
You are holding my mind
So please understand me
Can`t you feel how?

I`m living my life without you
So please don`t you leave me here

Baby, you`re all that I want to be here
Cause every time I close my eyes
You`re always spinning around in my mind
- Homogenic

Bukan Review


February 9th, 2009

Baru aja duduk di cubicle. Emosi menang lagi. Sama seperti hujan hari ini.
Oia,Rabu kemarin saya menonton Bride Wars. Umm.. ceritanya ringan, gampang ditebak dan cukup seru kalau ditonton hanya oleh para wanita saja.

Satu hal yang bagus di film ini, ceritanya si Liv (Kate Hudson) sobatan dari kecil sama Emma (Anne Hathaway) mereka punya mimpi kalau nanti bisa nikah di The Plaza dan di bulan Juni.
Tapi tagline memang tidak pernah berbohong :

Even best friends can’t share the same wedding day.
Okay, sebenernya bukan itu yang mau dibahas. Emma dan Fletcher (Chris Pratt), 10 tahun pacaran -alias samen leven juga-. Liv, perempuan yang ambisius, negosiasi adalah kehebatannya dan dia selalu berbuat selangkah lebih maju dari orang lain. Dan Emma tipe perempuan yang lembut, pengalah dan juga sangat berbesar hati. Tiba-tiba menjadi sesosok manusia yang keilangan jati dirinya ketika dia berebut tanggal pernikahan dengan Liv. Emma menjadi orang yang liar, culas dan pendendam saat itu.

Fletcher agak terganggu dengan sosok Emma yang sekarang. Emma-nya yang manis berubah menjadi tidak lagi manis.
Perubahan sifat yang terjadi secara normal karena kondisi yang memaksa Emma berubah menjadi seperti itu.
Dan hasilnya, cukup mudah ditebak mereka tidak jadi menikah karena Emma sadar. Fletcher hanya ingin menikahi sisi baik Emma. We’re just common people isn’t it?

Manusia bisa berubah, mengikuti situasi dan keadaan yang memang tidak-itu-itu-saja. Manusia kadang memang harus berjuang, untuk sesuatu hal yang mereka mau. Bukan melulu soal cinta, yang kadang menyelimuti mata kita juga. Tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Even practice makes perfect, but nobody’s can be perfect too.

Only human, kita juga memang harus kalah, kadang harus mengalah. Kita harus bahagia, atau juga merasa bahagia. Hidup memang menuntut kita untuk berbuat baik, tapi ketika kita khilaf dan berbuat sekenanya. Kita juga selalu mau untuk dimaafkan dan diterima.
Berbuat baik menjadi suatu kewajiban bukan lagi pilihan.

Only human, we’re not an angel.

Dan kita butuh orang yang bisa menerima 2 sisi yang berbeda dari diri kita sendiri.

Seorang teman, dalam bentuk apapun.
“…the one person you can count on for a lifetime, the one person who knows you sometimes better than you know yourself is the same person who’s been standing beside you all along.”

jumat


February 6th, 2009

Terimakasih untuk Jumat ceria kali ini.  I love u still, I love you God always!

Talk is Cheap