per-saya-an
Apa topik saya kali ini?
Lalu saya memejamkan mata dan mulai menulis kata pertama.
*Sigh*
Ga tau kenapa saya masih ngerasa blank aja. Biasanya jari-jari ini terlalu mahir untuk bergerak sendiri, tapi mungkin daya sinkronisasi otak dan jari-jari saya mulai melemah.
what’s next?
1. Kenapa saya senang sekali bertanya? Apapun selalu harus dengan buntut alasan. Walaupun saya percaya semua alasan adalah pembenaran diri kita sendiri. Well, mungkin saya emang ga ditakdirkan untuk menjadi orang yang nrimo, kadang banyak hal-hal krusial yang selalu saya pertanyakan. Malah bisa jadi itu bikin pusing sendiri pastinya. But it suddenly pop’s up from my head! Arrghhh damn aaargh!
2. Saya bingung sama pekerjaan yang sebenernya cocok sama saya. Karena menurut saya pekerjaan yang pas buat saya adalah pekerjaan yang memiliki waktu yang fleksibel, non-formal (outfit, tempat kerja, peraturan), dan tentunya dengan gaji yang cukup untuk membiayayai semua biaya kenakalan saya.
3. Saya lagi suka baca Traveller’s Tale. Belok kanan Barcelona! I love this book, I love books!
4. Saya si sang keras kepala. Tapi bukan berarti keras hati. Saya selalu butuh diyakinkan dan tidak pandai meyakinkan. Ada yang mau mengajari saya soal ini, anyone?
5. Kalo bisa, saya maunya ngerjain banyak hal yang berbeda dalam satu hari. Lalu besoknya mengerjakan hal yang berbeda juga. Rutinitas? pleh..
6. Saya pengen banget jadi penulis. Tapi selalu malu untuk mempublikasikan tulisan-tulisan saya. Alasannya?? Klasik sih : GA PEDE! Omaigat, dimana saya harus membeli obat pembesar kepedean?
7. Anak kecil itu selalu lucu dimata saya. Dari dulu hasrat pengen punya anak lebih besar dari hasrat menikah. Hehehe..
8. Tempat yang paling saya suka adalah tempat yang ga ada program acara televisi-nya. Membosankan acara TV akhir-akhir ini.
9. Mimpi saya dalam waktu dekat ini adalah ke pantai. Tabungan kali ini akan saya habiskan untuk sarana liburan, kemanapun. Maybe i become the YES MAN
10. Harus punya mimpi yang gimana lagi ya?
(ga) penting, feel it?, hidup | Comment (0)terang
hey kamu!
apa kabar?
gimana cerita hari ini?
katanya hari ini kamu mau bercerita banyak hal ya ke saya?
apa kamu masih punya keberanian atas itu?
apa kamu masih dengan kutipan janggal, membosankan 3 kata itu?
saya sudah kehilangan banyak makna dari kata-kata itu.
seperti saya sudah kehilangan banyak makna dari kebersamaan kita, kebersamaan kamu dan saya kemarin.
saya hanya masih menunggu kamu dengan kepastian
dan saya akan menunggu dengan cara yang berbeda, dengan tidak lagi berharap, dengan senyum, dengan tidak lagi pembuktian dan dengan sedikit sekali pengorbanan.
karena saya sedih dengan acuh kamu, dengan pernyataan kamu.
tapi, terimakasih atas pencerahan itu
idle
(ga) penting | Comment (1)anak kecil
dan saya mencintai kamu, sebagai mana saya mencintai anak kecil..
dengan membebaskannya bermain ![]()
ST Tweleve
cintaku cintaku padamu
tak besar seperti dulu
pernah kau begitu menilai cintaku
begitu rendah di matamu
sayangku sayangku padamu
tak indah seperti dulu
maumu begini maumu begitu
tak pernah engkau hargai aku
oow oow i am sorry
ku takkan love you lagi
(apa-apaan Olva.. kamu meracau!!)
(ga) penting | Comments (4)obat
Pendewasaan memang selalu unpredictable, tidak harus selalu sama antara satu orang dengan yang lainnya.
Sekarang!
Ya.. Berhenti mengasihani diri sendiri, penolakan jangan lagi membuat insecure, ini waktu nya berkemas dan segera bergegas. Ada hal-hal di dunia ini yang mengharuskan kita untuk lari dan mengejar.
Kalau kemarin ada yang membuat kamu sakit (hati-badan-pikiran). Nah.. waktu nya untuk menelan obat pusing yang kalau digerus pastinya terasa pahit.
Semoga lekas sembuh.. Semoga tambah dewasa
bukan pagi
yang masih menyisakan gelap
menyingkap
terang benderang
menyisakan sedikit lelap
dalam mimpi yang belum menjawab
masih senyap
in the name of silent
none of resolution(s)
only
with another dream to live this life