from us to you..
do i have to hate you?
do i have to be proud of you?
or should i ignore all the things you’ve done to us?
in every single day i’ll always pray:
‘Allahummaghfirli Waliwalidayya Warhamhuma.
Kama Rabbayani Saghira’.
i really don’t know how to get you ‘back’, really..I don’t know God!
I Love You
always have.always will
feel it?, hidup | Comment (0)
jalan
mari berjalan
sambil tertawa
tanpa prasangka apa-apa
menikmati ritual prosesi, lalu menuai
hasil akhir adalah bonus nya
lihat,senja diatas masih jingga
komposisi warna saru
antara kuning dan hitam
berada diantara, menikmati sendiri-sendiri, menilai satu dan yang lainnya
;pembauran melahirkan sesuatu yang baru
masih disitu saja?
mari berjalan
dengan membawa sesuatu keyakinan
diantara kuning dan hitam
;pembauran dan sesuatu yang baru
kita masih memilih jalan yang sama dipersimpangan ini bukan?
51
Tapi lebih dari sekedar mengucapkan tepat pada pergantian jam
Lebih dari cheese cake tarts yang mampu saya beli dari gaji saya.
Tidak ada riuh perayaan tiup lilin kali ini.
Mungkin Mam senang kalo ada perayaan seperti itu, tapi saya lebih senang kalau Mam bisa senang setiap hari
tanpa harus menunggu tanggal yang tepat.
Saya berdoa setiap hari nya buat Mam,ritual andalan sehari-hari.
Semuanya yang terbaik di dunia ini saya minta buat Mam, kalau saya masih diizinkan untuk hiperbolis.
Buat saya tidak pernah ada perwujudan hadiah yang peling sesuai untuk Mam.
Tidak oleh apapun
Tidak akan tergantikan
Selamat 51 tahun Mam..
we love you
always have.always will
Pelukan

“Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari. Untuk kesehatan, kita butuh 8 pelukan perhari. Untuk pertumbuhan, awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari,” kata Virginia Satir, terapis keluarga.*)
Pelukan, begitu dahsyatnya kah efek dari sesuatu bernama pelukan ini? Buat saya jawabannya adalah : Ya
Disaat semua kerudetan pop up di ubun-ubun, saat semua kunci-kunci mulai diserahkan ke saya dan mencari pintu yang tepat untuk masuk ke ruangan yang lain.
Ruangan yang mungkin saja ruangan kerudetan yang baru. Semoga saja ruangan yang tepat untuk saat ini (lalu saya sedang mengucap syukur sebanyak-banyaknya).
Mungkn saya butuh pelukan, butuh pelukan dari semesta raya untuk akhir-akhir ini. Setiap sore saya mencari pelukan itu, pelukan yang mungkin menyumput diantara jingga dan hujan yang seringkali datang sore hari belakangan.
Tapi pelukan itu belum saja datang.
Selebihnya saya memilih menikmati hujan dibalik jendela, dengan rintik yang teratur dengan nafas sesak
sesak…
sampai dada ini menyesak
bukan seperti serangan asma, tepatnya saya mencoba menahan untuk tidak lagi menangis di tempat yang sama.
Tapi gagal saya tahan
dan sekarang saya tau kalau air mata itu asin
Sampai detik ini saya berpikir mungkin pelukan yang akan membuat saya lebih tenang, pelukan yang mungkin menyumput diantara jingga dan hujan yang seringkali datang sore hari belakangan.
Tapi belum datang juga
Mungkin tertahan di lampu merah sudut ibukota yang semakin hiruk, semakin pikuk. Sama seperti kerudetan yang masih ini-ini saja, saya menyerah pada kerudetan ini, saya menyerah mencari mangsa untuk bisa meluapkan untuk membantu melupakan.
Yang mungkin datang berbarengan dengan pelukan
Dari 4, 8, dan 12 pelukan kata Virginia Satir diatas, saya hanya butuh satu pelukan
s a t u saja
saya rasa itu sudah cukup
tidak berlebihan bukan?