pause
berdiri di atas lantai porcelain.
lantai mahal yang begitu transparannya
mencetak pantulan yang serupa disana.
pause
tidak merasa luntur
tidah merasa hilang
tapi kosong saja
pause
kalau memang ini jalan nya
buat supaya lebih mengerti
kalau memang ini keputusannya
buat supaya bisa lebih berlapang dada menerima
play
let it be
olva…posting2 oke2 loh…
thks ya commentnya d blog v’ro
21 Jul 2008 at 9:07 am
ya va..
let it be..
there will be an answer..
02 Sep 2008 at 8:31 pm