where are you going?
Where are you going?
With your long face
Pulling down
Don’t hide away
Like an ocean
That you can’t see but you can smell
And the sound of the waves crash down
I am no Superman
I have no reasons for you
I am no hero
Oh, that’s for sure
But I do know one thing
Is where you are is where I belong
I do know where you go
Is where I want to be
Where are you going?
Where do you go?
Are you looking for answers
To questions under the stars?
Well, if along the way
You are grown weary
You can rest with me until
A brighter day and you’re okay
Where are you going?
Where do you go?
Tell me, where are you going?
Where?
Well, let’s go
- Dave Matthews Band
OST | Comment (1)h u j a n
Kamu tau,
hujan kemarin serta merta membawa kidung riang para pecintanya.
Seperti anak kecil dan keiinginan bermain dalam gemericik hujan, bunyi kaki-kaki menyentuh tanah basah yang sudah lama gersang.
Walau hujan kemarin menghentikan beberapa langkah menuju rumah, menunggu redanya.
Hujan yang cuma sekejap merejap
Berlalu..
Lalu melanjutkan jalan dengan wangi tanah basah, wangi alam yang menjadi kesukaan saya dan kamu.
masih berharap pelangi yang belum saja datang
*listening Koil - Lagu Hujan (biar dramatis)
fave it! | Comments (3)wishes
“You, Complete Me..”
Masih inget?
Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warrohmah yah. Dari dulu saya tau kamu pasti bisa, tapi -sayangnya- bukan sama saya. Hehe! No pain no gain mamen!!
wishlist | Comments (5)pause
berdiri di atas lantai porcelain.
lantai mahal yang begitu transparannya
mencetak pantulan yang serupa disana.
pause
tidak merasa luntur
tidah merasa hilang
tapi kosong saja
pause
kalau memang ini jalan nya
buat supaya lebih mengerti
kalau memang ini keputusannya
buat supaya bisa lebih berlapang dada menerima
play
let it be
Ada Apa Dengan Krafty?
5.20 am
Some people get up at the break of day
Gotta go to work before it gets too late
Sama seperti harum sidola sebelum saya menyemprotkan parfum saya setiap pagi, berjalan tergesa karena saya hanya punya waktu setengah jam. Menggantungkan harapan pada kelihaian supir angkot melewati becak, melewati pasar, mencari penumpang dan mengantarkan saya di belakang pintu stasiun. Mengantri di loket, memberikan uang Rp. 11.000 lalu lari, loncat dari satu kereta ke kereta lainnya.
Telat sedikit saya harus kembali duduk di atas koran
It ain’t the way it has to be
Akhirnya sampai di kantor, meja besar yang membuat saya tenggelam. Update content, mengecek email, membalas email, setelah itu terduduk, termanggu, tenggelam dalam ketidaksibukan. Menunggu beberapa orang penting datang, dan menyuruh saya ini dan itu.
But that’s what you do to earn your daily wage
That’s the kind of world that we live in today
Isn’t where you wanna be
And isn’t what you wanna be
5.30 pm
Bersiap pulang kerumah yang bukan rumah, ke persinggahan saya. Melewati jembatan penyebrangan yang membuat saya sedikit lelah. Sering cepat lelah saya akhir-akhir ini. Jalan yang seharusnya tidak terlalu panjang tapi menjadi sangat lama.
Melihat antrian mobil seperti permainan anak-anak
“Ular naga panjangnya bukan kepalang…”
Seringnya berdiam di atas balkon di persinggahan saya itu, sambil menyeduh Milo dingin. Ibukota tampak kekurangan bintang, tertutup dengan gedung yang menjulang tinggi tanpa ampun.
You’ve got to look at life the way it oughta be
Looking at the stars from underneath the tree
There’s a world inside and a world out there
Atau kadang saya langsung merebah dikasur, tanpa menyalakan lampu, tanpa menyalakan TV. Kotak yang menjadi pajangan pelengkap di persinggahan ini. Amnesia dengan banyak programnya. Lebih memilih tenggelam di dalam pesona DVD bajakan.
With that tv you just don’t care
They’ve got violence, wars and killing too
All shrunk down in a two-foot tube
Memikirkan banyak hal yang membuat saya senang, menciptakan kesenangan. Mencoba membentuk diri saya menjadi lebih baik dalam pikiran saya. Suatu saat ketika sampai pada saatnya, saya sedang berjalan ke-saat-nya.
Menuangkan pikiran dan menciptakannya. Semua itu ada ketika saya percaya. Dan saya sedang belajar percaya, percaya kalau nanti akan ada yang keputusan terbaik dari-Nya.
But out there the world is a beautiful place
With mountains, lakes and the human race
This is where I wanna be
And this is what I wanna do
(taken from Krafty - New Order)
tujuan
DIA selalu punya alasan kenapa kita sekarang bisa duduk disini.
seperti banyak orang bertanya :
“mau pergi kemana?”
“tadi sebelumnya dari mana dulu?”
tujuan
biasanya itu yang ditanyakan orang ke kita.
kemana? darimana? dimana?
padahal ada hal yang harus kita lewati sebelum sampai ketujuan itu.
“Gimana tadi dijalan sebelum sampai kesini?”
+ terimakasih buat perhatiannya, terimakasih untuk obrolannya
so much much much!
cita-cita
Saya belum pernah bercita-cita jadi dokter, jadi insinyur, jadi bankir, jadi akunting apalagi jadi sekretaris ![]()
Dulu waktu smp saya pernah punya cita-cita masuk IPS pas SMA karena sebetulnya incaran saya IKJ!
IKJ???!!
Saya ingat benar bagaimana Pap merengut ketika saya mengucapkan huruf-huruf sakti tersebut. Entahlah, saya memang suka sekali film, saya suka sekali dengan alur, saya suka sekali berimajinasi dengan keadaan disekitar saya. Lucu juga kalo seperti Nia Dinata versi saya.
Ah basi.. lagi-lagi saya tau itu cuma cita-cita. Mungkin perusahaan besar dan berupa kantoran terlihat lebih sophisticated di mata orang tua saya.
Kayak hari ini saya bingung sama ekstension atau ngambil kursus bahasa? sama-sama bayar sendiri. Tapi ngeliat bahan kuliah aja ko rasanya udah enek banget yah? Sayang, sayang banget kalo harus berhenti ditengah jalan. Saya bukan orang yang berkecukupan juga, biasa aja. Saya ga bisa berhenti ditengah jalan, kalau emang ga yakin saya lebih baik berhenti aja dan mengalokasikan duitnya di “tempat” yang masih membutuhkan.
Diumur yang hampir seperempat abad ini saya masih bingung sama pertanyaan : jadi apa saya nantinya?
feel it? | Comment (0)terlalu
kamu yang terlalu
masuk tanpa mengetuk
melepas sepatu lalu termanggu
bercerita banyak tentang waktu
sebelum kembali berlalu
kamu yang terlalu
mengajak kembali bertemu
terlalu…
karena ternyata semakin seru
20rb
uang di kantong tinggal segitunya.
laper..
kebayang mau beli bapau asin
anak kecil disebelah maksa buat beli aqua-nya
lagi ga haus tapinya
anak kecil disebelah setengah berbisik
“Beli aja yah mba buat nambahain ongkos pulang saya”
saya kasih 5000
“Udah aqua-nya buat kamu aja”
dia langsung bilang makasih berulang-ulang
sambil turun kegirangan
sisa 15rb
bayar bis 7rb
sisa 8rb
ah.. sudalah batalkan keinginan untuk mencicipi bapau asin malam ini.
angkot 2 kali 5rb
sisa 3rb
dateng kerumah makanan masih ada.
Alhamdulillah ayam goreng dan sambel ala mamah
kenyang
mengantuk
bersih-bersih
matiin lampu
liat bintang-bintang
terus tidur
kasur empuk
bantal empuk
bapau?
heu..
nanti aja lah
Hi July!
You are what you think you are
and you are what you think you will become
ini quote dari mana lupa, tapi nempel banget di otak saya dengan hanya sekali baca ![]()