apa rasanya
apa rasanya ketika merindu kepada yang tak tampak dimata, tapi seperti timbul tenggelam dalam hati.
“asa lebar ninggalkeun si eta, teuing lantaran geus bogoh, teuing lantaran emang jodoh nya?”**
dengan logat sunda nan kentalnya
biru - putih - jingga
dan benci sekali hijau
benci karena harus berhadapan dengan sesuatu bernama : rahasia masa lalu
kenapa masa lalu masih menjadi rahasia?
apa rahasia bisa expired sehingga akhirnya harus “dibuang”?
apa rasanya ingin bertemu dengan sangat mendesak sampai membuat rungsing sejenak
ini saya dengan sekelumit jalan yang begitu meribetkan
dengan puluhan pertanyaan yang enggan ditulis disini dan tercatat rapi di otak
tapi, apa rasanya menulis dan menulis
mengeluarkan semua kata-kata lewat tulisan
dan ternyata tidak terdeteksi
dan tidak pula dimengerti
mungkin, rasanya sama seperti ingin terjamah oleh langit
*tanya orang sunda dulu gih !
wishlist, wrapped |Leave a Reply