apa rasanya


June 17th, 2008

apa rasanya ketika merindu kepada yang tak tampak dimata, tapi seperti timbul tenggelam dalam hati.
“asa lebar ninggalkeun si eta, teuing lantaran geus bogoh, teuing lantaran emang jodoh nya?”**
dengan logat sunda nan kentalnya
biru - putih - jingga
dan benci sekali hijau
benci karena harus berhadapan dengan sesuatu bernama : rahasia masa lalu
kenapa masa lalu masih menjadi rahasia?
apa rahasia bisa expired sehingga akhirnya harus “dibuang”?
apa rasanya ingin bertemu dengan sangat mendesak sampai membuat rungsing sejenak
ini saya dengan sekelumit jalan yang begitu meribetkan
dengan puluhan pertanyaan yang enggan ditulis disini dan tercatat rapi di otak
tapi, apa rasanya menulis dan menulis
mengeluarkan semua kata-kata lewat tulisan
dan ternyata tidak terdeteksi
dan tidak pula dimengerti
mungkin, rasanya sama seperti ingin terjamah oleh langit

*tanya orang sunda dulu gih !

pertama kali


June 16th, 2008

pertama kali berselingkuh pikiran
gara-gara wewangian kemarin

 

pertama kali mengharap hujan turun di jakarta
karena hujan disana

 

pertama kali menikmati percakapan sore hari tentang solat ashar
setelah beberapa kali melewati banyak ashar-ashar yang lain

 

pertama kali k a n g e n
setelah benar-benar kehilangan

escape


June 13th, 2008

 escape.jpg

rancu
tapi saya masih mengetik nama itu
masih mengajak
lari
memacu adrenalin
meluluskan mimpi

teruskan?

atau hentikan?

 

aduh,
mampus..

nyatanya


June 12th, 2008

tak pernah ada
hati yang tercemplung diantara sungai tak beriak.
katanya aku tak begitu,
tampak tak peduli dengan hati
yah.. padahal memang tak pernah ada
hitungan galon atas laut
dan juga hati
katanya aku tak begitu
dan memang tak begitu
tidak berbicara sayang
tidak memberi bunga
nyatanya sampai saat ini aku belum pernah berpura-pura atas kecup sebelum tidur
dan tidak lupa menyiram bunga
s e p e r t i i t u
karena matamu menangkap maya
dan aku tetap terbalut dalam pandora
rapi menunggu hati yang mungkin dapat tercemplung
sambil menikmati yang pergi
yang tidak kembali
menikmati yang datang menemani
sampai saat ini
dan nanti

mam.pap


June 11th, 2008

mampap2.jpg

 

brgds
your daughter

Olva Patriani

i said..


June 3rd, 2008

when i said “We’re over..”
it means : me n you over

but not yet with this things called : l o v e

untill i found somebody else called : n e w l o v e

 

*cheers*

Juni


June 1st, 2008

Sudah pertengahan tahun lagi, dimana taun ini saya sudah mulai keluar dari beberapa teritori. Setelah sisa bulan kemarin dihabiskan dengan besembunyi dari paparazi yang bernama rahasia.

Dan saya kembali dengan pertanyaan: Apa yang terjadi ketika banyak hal yang tidak pernah terucap dan tidak pernah terlihat atas ketipisan antara jujur dan naif, antara gelap dan terang, antara cinta dan benci, antara saya, dia dan mereka, antara masa lalu yang seharusnya bisa membuat saya dan dia jatuh cinta..

Sepertinya saya lebih suka ketika gelap menjadi terang atau terang menjadi gelap, tidak signifikan, tidak mengubah dunia biasanya cuma ah sudahlah..

Juni,
Adakah yang berubah?
dari satu menjadi dua
dari tidak suka menjadi suka
dari kata-kata menjadi candu
dari cerita menjadi cinta
*blushing*

Juni,
Saya punya banyak cerita kemarin lalu, tentang bakat saya yang terpendam (dalam), tentang sahabat yang mengkhianati pacar yang tidak (belum) pernah mengkhianatinya. Tentang mencintai dua orang sekaligus (saya belum bisa percaya hal ini), tentang kicir-kicir dua ronde sekaligus, tentang pergi mengendap-endap lalu lari. Tentang Siti Malaeka Shalima yang memberi kebahagiaan pada banyak orang, dan saya salah satunya.

Welcome June!

Talk is Cheap