kilometer

Posted by rectolva on Apr 23 2008 | feel it?

Saya mulai menulis ketika melihat KM 27, lalu masih tetap melihat jauh keluar jendela KM 28.. Km 29.
Seperti umur-umur manusia yang berjalan begitu saja, berjalan maju dan tidak bisa berbalik arah.
Yah… kita semua melaju di jalur bernama umur.
Rambu-rambu pengingat tentang tikungan, tentang batasan kecepatan, gambar musholla dan garis kuning di sisian jalan agar tidak terlalu menyisi.
Menangkap view di Cikampek yang selalu ramai saat akhir pekan menuju
Bandung untuk melepaskan lembar-lembar tipis dan tidak perduli akan nominal. Kembali membeli rasa puas di kota kembang.
Disamping saya ada siluet yang menjelaskan seraut wajah yang masih saja saya kagumi sampai hari ini. Saya hafal posisi tangan di stirnya, garukan sesekali di rambutnya dan kerung tanda heran dan spekta ajaib atas kelakuan-kelakuan saya. Kamu masih sama seperti itu..
Sudah KM 40 dan masih terjaga tapi kita terdiam lebih banyak.KM 77 yang selalu saya suka, sudah setengah perjalanan, tapi lebih dekat menuju tujuan.
Kita pulang
menuju setengah jalan kearah pulang..

4 comments for now

4 Responses to “kilometer”

  1. anggia bonyta

    adeuuh euy..naek xtrans lu? atau cipaganti ??;p

    24 Apr 2008 at 4:46 pm

  2. @anggi : ummm.. naek mobil yang supirnya ganteung!

    25 Apr 2008 at 9:25 am

  3. wess, dijemput kabogoh euy?
    kursi yang kosongnya siapa yang nalangan?
    HAHAHAHA…

    26 Apr 2008 at 1:20 am

  4. Hiro

    dulu ada raut wajah yang lain,
    yang lelah namun tetap tersenyum melihatmu,
    yang selalu berusaha menciummu dalam kecepatan lebih dari 100km/jam,
    memacu kecepatan menyusuri garis kuning di kanan jalan,

    baginya arti bandung adalah pertemuan dengan belahan jiwanya,
    yang mencuri seluruh hatinya,
    km 77 itu mengingatkannya padamu,
    mungkin hingga kini,

    mungkin…
    setidaknya saat ponselmu bergetar dan tertulis sms: km 77,
    itu iya,

    dia masih ingat gelendot manjamu sepanjang 140 km,
    walau kali berikutnya pasti tanpamu,

    ah, itu cerita dulu..

    dulu

    22 May 2008 at 3:39 pm

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply