kilometer
Saya mulai menulis ketika melihat KM 27, lalu masih tetap melihat jauh keluar jendela KM 28.. Km 29.
Seperti umur-umur manusia yang berjalan begitu saja, berjalan maju dan tidak bisa berbalik arah.
Yah… kita semua melaju di jalur bernama umur.
Rambu-rambu pengingat tentang tikungan, tentang batasan kecepatan, gambar musholla dan garis kuning di sisian jalan agar tidak terlalu menyisi.
Menangkap view di Cikampek yang selalu ramai saat akhir pekan menuju
Disamping saya ada siluet yang menjelaskan seraut wajah yang masih saja saya kagumi sampai hari ini. Saya hafal posisi tangan di stirnya, garukan sesekali di rambutnya dan kerung tanda heran dan spekta ajaib atas kelakuan-kelakuan saya. Kamu masih sama seperti itu..
Sudah KM 40 dan masih terjaga tapi kita terdiam lebih banyak.KM 77 yang selalu saya suka, sudah setengah perjalanan, tapi lebih dekat menuju tujuan.
Kita pulang
menuju setengah jalan kearah pulang..
3 Responses to “kilometer”
Leave a Reply
adeuuh euy..naek xtrans lu? atau cipaganti ??;p
@anggi : ummm.. naek mobil yang supirnya ganteung!
wess, dijemput kabogoh euy?
kursi yang kosongnya siapa yang nalangan?
HAHAHAHA…