hari ini dimulai dengan….
Tinggalkan yang kemarin, biar berlalu terbawa detak detik waktu.
tak ada detik yang kembali
biar yang berlalu menjadi cara belajar yang lain untuk kita.
Ketika rasa bersalah yang mendominasi, beri kata maaf yang pertama untuk diri sendiri, lalu belajar memaafkan yang lain
Tidak ada maaf yang paling ingin dimaafkan, selain memaafkan diri sendiri.
hari ini dimulai dengan :
me-minimalis benci,
membuat folder-folder kenangan supaya tidak berserakan
mengeluarkan kata-kata dengan lidah, bukan dengan jari
menyapa bumi dengan doa pagi, bukan dengan rasa malas
membuat rencana masa depan dengan optimis!
optimis dengan semangat
dengan berdoa
dengan ikhlas
melanjutkan kosong dengan,
angka satu
dua
tiga
dan seterusnya!
Jadi,
hari ini dimulai dengan :
……..
……..
……..
missing
saya ingin pulang,
ke tempat hangat yang masih sama seperti 15 taun yang lalu
yang sudah hilang tertumpuk kardus 20 kg.
saya ingin pergi bersama mereka yang sudah terpencar-pencar
bersama, menjemput saya sepulang kantor hari ini
saya cuma ingin merasa a d a,
ditengah-tengah mereka yang sebenarnya masih ada.
wrapped | Comments (3)a piece of
a piece of remember
a piece of thought
a piece of nothing
a piece of something
a piece of words
a piece of memory
a piece of heart
a piece of you,
it means tears
it means joy
it means sorrow
it means..
i miss you
50

Tak terhingga, tak berhingga
tak tehitung, tak berhitung
Mam selalu ada,
selalu melihat dengan mata “Kamu yang terbaik Teh..”
Mam selalu menunjukan mana yang Mam anggap lebih baik,
tanpa menyinggung tanpa juga menggurui.
Mam selalu tau, ketika memasak bubur kacang ijo.
saya cuma suka kacang hijaunya,
aa cuma suka ketan hitamnya,
Opi suka campuran keduanya
dan Mam akan memasak secara terpisah.
Semua masakan Mam sehebat masakan hotel bintang 5!
Mam, tak pernah mengeluh, selalu tersenyum
selalu menjadi pendengar terbaik, wanita terhebat!
ah…Mam, bahkan kata-kata terhebat selalu saya dengar darimu.
“Mam.. Selamat Ulang Tahun..”
Semoga Allah SWT memberi yang terbaik buat Mam dunia dan akhirat.
Amin…
You’re “bigger” than you’re body Mam!
wishlist | Comments (2)menunggu
seberapa cepat kita bisa berlari?
seberapa tinggi kita bisa melompat?
seberapa lama kita bisa menunggu?
kata beliau, menunggu adalah bagian dari pertemuan itu sendiri.
Jadi hari hari ini saya memilih untuk menunggu dengan perasaan senang,
menunggu sepupu bermain dengan keponakannya
setelah itu menunggu dia selesai mandi,
bersolek sebentar
lalu pergi bekerja
bekerja - makan siang - bekerja lagi
menunggu waktu pulang
on the tik tok clocks
feel it? | Comments (3)
ditepi
Ditepi, dan merasa sepi.
disini hujan r i n t i k r i n t i k
Ditepi, sebentar lagi hujan pergi
Siap berlari kedalam lagi.
Ditepi, sekarang sudah tidak gelap
karena berdiri di tempat yang terang
Kalau bergeser sedikit nanti abu-abu.
abu-abu lagi
kemana perginya si abu-abu dulu ya?
Masih di dalam kapsul itu?
atau sudah tenggelam dengan sedikit kontaminasi warna?
Ditepi, cuma rindu yang tau…
tanggal lalu
Ciuman kecil depan pintu besi usang itu,
yang berdecit ketika terbuka, masih ingat?
Order - Chaos
Tampaknya mulai beraksi. Seru!
Jalan malam hari, menengok kebelakang sesekali
menghindari pria-pria dengan sarung itu.
Mencuri sedikit adrenalin, degup-degup seperti mencuri coklat dari swalayan.
Cuma kita yang tau, dan menciptakan pengulangan lagi tentunya.
Masih ingat teh manis dalam senja hari ini?
seperti senja, remang, tidak pasti, namun hangat*…
It’s been a year, hope it’s for a long year!