gulagula

Posted by rectolva on Sep 24 2007 | feel it?

Setiap jarum itu hujam, yang tanpa henti.
Lalu sekarang kamu ingin ikut, menari dengan hati-hati.
Tapi tetap menusuk dalam hentak-hentak, memintaku untuk terus terhenyak dalam satu dua dan tiga birama nya.
Itu aku, dengan segala kata dan sikap yang jelas-jelas salah, dan itu memang salah.
Bukan untuk dirutuki bukan?
Hanya saja sayap-sayap itu sudah timpang kesalah satu sisi saja,
aku sudah siap untuk menukik tanpa kendali mu lagi.
Walau sisa gula-gula kemarin masih terasa manis di lidah ku dan caramelnya masih terselip di sela-sela gigi bungsu-ku yang masih setengah tumbuh, dan masih ada harapan-harapan disana..
Tapi jika tetap ingin pergi silakan,
Kalau kembali, kembalilah dengan segala ketidaksempurnaan yang mengaggumkan..

(Bandung, Oktober 2005)

2 comments for now

2 Responses to “gulagula”

  1. Watta kewl Blog, aura seninya kelihatan.
    Tapi.., apa hubungannya sama Outsourcing Va? :)

    Warm Regards,
    New Delhi

    26 Sep 2007 at 6:12 pm

  2. Lagi mengenang masa lalu neh?

    27 Sep 2007 at 11:17 am

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply