gulagula
Setiap jarum itu hujam, yang tanpa henti.
Lalu sekarang kamu ingin ikut, menari dengan hati-hati.
Tapi tetap menusuk dalam hentak-hentak, memintaku untuk terus terhenyak dalam satu dua dan tiga birama nya.
Itu aku, dengan segala kata dan sikap yang jelas-jelas salah, dan itu memang salah.
Bukan untuk dirutuki bukan?
Hanya saja sayap-sayap itu sudah timpang kesalah satu sisi saja,
aku sudah siap untuk menukik tanpa kendali mu lagi.
Walau sisa gula-gula kemarin masih terasa manis di lidah ku dan caramelnya masih terselip di sela-sela gigi bungsu-ku yang masih setengah tumbuh, dan masih ada harapan-harapan disana..
Tapi jika tetap ingin pergi silakan,
Kalau kembali, kembalilah dengan segala ketidaksempurnaan yang mengaggumkan..
(Bandung, Oktober 2005)
feel it? |2 Responses to “gulagula”
Leave a Reply
Watta kewl Blog, aura seninya kelihatan.
Tapi.., apa hubungannya sama Outsourcing Va?
Warm Regards,
New Delhi
Lagi mengenang masa lalu neh?