Archive for September 24th, 2007

gulagula

Posted by rectolva on Sep 24 2007 | feel it?

Setiap jarum itu hujam, yang tanpa henti.
Lalu sekarang kamu ingin ikut, menari dengan hati-hati.
Tapi tetap menusuk dalam hentak-hentak, memintaku untuk terus terhenyak dalam satu dua dan tiga birama nya.
Itu aku, dengan segala kata dan sikap yang jelas-jelas salah, dan itu memang salah.
Bukan untuk dirutuki bukan?
Hanya saja sayap-sayap itu sudah timpang kesalah satu sisi saja,
aku sudah siap untuk menukik tanpa kendali mu lagi.
Walau sisa gula-gula kemarin masih terasa manis di lidah ku dan caramelnya masih terselip di sela-sela gigi bungsu-ku yang masih setengah tumbuh, dan masih ada harapan-harapan disana..
Tapi jika tetap ingin pergi silakan,
Kalau kembali, kembalilah dengan segala ketidaksempurnaan yang mengaggumkan..

(Bandung, Oktober 2005)

2 comments for now

Just Be

Posted by rectolva on Sep 24 2007 | feel it?

Sepi,
hanya kita,
aku dan kamu..
(aku dan kamu masih “kita” bukan?)
Ada siluet hujan yang menari dibawah sinar lampu jalan.
Wangi tanah tandus yang bius sukma, lalu lalang, tak nampak lidah yang membuat kata-kata.
Kita terlalu jenuh bercerita,
tak ada lagi frame kosong dalam otak ini.
pagar-tinggi-enggan-menyapa

“…please be still in my heart,just be still in my brain…”

Membayangkan senandung lagu itu dalam waktu ini, berharap bisa terbang, ke halte beraja..
Dimana beraja ku sekarang?
Ingatkah ia tentang sesuatu yang gila?
yang pernah membalut kalbu?
yang menambal lubang-lubang ego ini?

“…please be still in my heart, just be still in my brain…”

Siapapun,
sekarang,
(yang entah siapa dan entah dimana)

Song by Naif - Just Be

1 comment for now

Kamu Salah!

Posted by rectolva on Sep 24 2007 | feel it?

Sudah tidak ada lagi kan sayang?
aku tau semuanya,
dan kau tidak.
pikirmu aku hanya siput yang berusaha menjejaki tanah yang dalam?
Kamu salah sayang,
kamu bukan seseorang yang cukup lihai untuk menyembunyikan apapun.
Aku pernah melacur untuk cinta,
membumbui satu persatu lelaki untuk mencapai klimaks-ku.
Dan saja kamu hanya seseorang dari jendela lain yang tiba-tiba mendambakan sesuatu yang liar,
tapi kamu tetap saja salah sayang.
Kamu tidak lebih dari timbunan limbah-limbah untuk ketidakpuasan ku atas lelaki,
jadi kamu hanya pelengkap, tidak lebih.
Jadi kalau kamu tetap baik dengan menyembunyikan banyak hal,
kamu salah sayang, “I Love You” -ku kemarin lebih dusta!

1 comment for now

menepi

Posted by rectolva on Sep 24 2007 | feel it?

 

 

dan aku terbangun disana
bergerak seperti angin sore yang memainkan rambutku kemarin,
pada saat punggungku berbalik
akankah kamu mengejar?
ataukah kamu hanya sesekali saja menoleh kebelakang,
atau malah punggungmu yang berbalik?

menunggu perasaan yang pergi,
dan kita yang tak mungkin

 

punggung.jpg

1 comment for now

detik

Posted by rectolva on Sep 24 2007 | feel it?

Detik punya hal yang banyak tentang kesalahan
hingga kita punya banyak pelajaran tentang hidup.
Untuk berusaha terus maju dan tau kapan harus mundur.
Bunda juga tau detik itu, sebesar cinta dalam jarak, kesabaran atas penantian dan setia tanpa balas.
Detik pada bagian nocturno yang memang muncul hanya malam hari dan bagian terik yang terang pada siangnya.
Tidak pernah saling mencuri.
Semua itu karena detik waktu yang berjalan, tidak tersia-sia.
Untuk semua itu bahkan aku tidak berharap untuk berkedip,
karena aku berhutang pada detik untuk hidup,
terutama atas keberadaanmu dalam ribuan detik kemarin..

(Bandung, Juni 2006)

no comments for now

Jangan panggil saya Candu!

Posted by rectolva on Sep 24 2007 | fave it!

edit.jpg

Saya bukan lagi candu!
Diantara pria-pria dengan nama tengah ’sepi’ atau ‘bosan’.

 

Saya bukan lagi candu!
Karena harga untuk saya semahal mimpi kanak-kanak saya.

 

Saya bukan lagi candu!
walau dulu bibir saya adalah cawan candu yang selalu siap.

 

Saya tidak mau lagi jadi candu!
Karena saya bukan lagi candu,
jadi jangan panggil saya candu!

 

(Bandung, Oktober 2005)


no comments for now