Morning Coffee
Sudah lewat arteri darah, mungkin sudah menguap lantas hilang.
Menjadi maya karena hujan yang mulai merembes ke sela-sela jendela.
Kepalaku masih diantara bantal-bantal ini dengan kinerja otak yang mandeg.
Pandangan yang masih tanpa sekat.
Cappucino Cream sudah tak ada lagi buihnya,
sudah larut bersama butiran halus kafein,
sementara harum cinammon-nya masih menusuk hidung,
masih panas..
Terbaring bukan berarti seharusnya kaku,karena jelas-jelas belum mati
Hanya mungkin harus ada pesta di ruang otak ini, supaya hilang mandeg-nya
Cappucinno Cream tanpa buih, membuatku ingin beranjak..
Dear..Selamat pagi..!
