s p a s i


August 24th, 2007

Seindah apapun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda?
Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?
Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak?
Dan saling menyayangi bila ada ruang?
Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.

 

Kata-kata yang saya ambil dari buku Filosofi Kopi-nya Dewi Lestari.
Waktu nya meletakan sekat di antara ruang-ruang saya.
Berwarna merah,tanda peringatan buat saya.
Memilih salah satu.
Tidak!
Saya belum mau,
izinkan saya memilih untuk tidak memilih kali ini.

Itu juga pilihan bukan?


Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind